cool hit counter

PDM Kota Pasuruan - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kota Pasuruan
.: Home > Sejarah

Homepage

Sejarah

SEJARAH BERDIRINYA MUHAMMADIYAH KOTA PASURUAN

SEJARAH BERDIRINYA

          Persyarikatan Muhammadiyah didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tanggal 18 Nopember 1912 M, bertepatan 8 Dzulhijjah 1330 H di Yogyakarta. Kita mengenal sosok KH. Ahmad Dahlan tidak sekedar sebagai pendiri Persyarikatan Muhammadiyah, tetapi beliau juga seorang perintis kemerdekaan dan reformer Islam di Indonesia.

         KH. Ahmad Dahlan adalah sosok manusia yang mengedepankan amal saleh bagi manusia lain, manusia yang sepi ing pamrih, tapi rame ing gawe. Manusia berjiwa besar, yang di dadanya penuh cita-cita luhur dan penuh semangat perjuangan dan pengorbanan demi kemuliaan Islam. Sebagian besar masa hidupnya dipertaruhkan untuk perjuangan kebangkitan Islam di Tanah Air ini. Menjelang wafatnya tanggal 23 Pebruari 1923 tercatat aktifitasnya bertabligh ke berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain :

  1. Tanggal 7 Januari 1922 bersama Nyai Ahmad Dahlan membuka rapat di Kota Banyuwangi.
  2. Tanggal 30 Januari 1922 menyerahkan Ijazah kepada Ulama-ulama di Probolinggo dengan KH. Fachruddin dan M. Abdullah.
  3. Tanggal 14 Juni 1922 mengunjungi Rapat Ulama yang diselenggarakan di Pengulon Nganjuk bersama Nyai Ahmad Dahlan dan S.Umamah.
  4. Tanggal 12 September 1922 melangsungkan tabligh dalam rapat umum S1 di Bangil
  5. Tanggal 29 Nopember 1922 tetirah ke Tosari bersama Nyai Ahmad Dahlan sambil mendirikan masjid di sana.

         Dengan kunjungan di daerah sekitar Pasuruan inilah banyak membawa perubahan besar terhadap pemahaman Islam di Pasuruan. Setelah dirintis oleh Bpk ARC Salim Bersama adiknya, maka pada tahun 1927 berdirilah Pimpinan Cabang Muhammadiyah yang meliputi wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan.

Pengurus pergerakan ini masih bersifat gugur gunung, artinya masih belum tersusun secara baik dan teratur, tetapi asal ada saja yang mengurusi persyarikatan ini.
Anggota Persyarikatan ini pada saat itu belum banyak, bisa dihitung dengan jari. Sekitar 50-an saja dapat didata warga Muhammadiyah di Pasuruan hanya :

               Mereka semua ditampung oleh Ibu Hardjo Sentono. Semua biaya hidupnya ditanggung. Mereka merupakan kader-kader persyarikatan. Sekolah inilah yang menjadi sentral kegiatan dakwah Muhammadiyah pada saat itu. Pengajian, kursus qiroatil Qur’an, rapat-rapat pemuda, dan pelatihan organisasi atau politik dilaksanakan disini.

Dengan silih bergantinya kepengurusan Muhammadiyah dan kiprahnya tokoh-tokoh Muhammadiyah maupun pemudanya yang tidak kenal lelah dan tanpa pamrih maka amal usaha Muhammadiyah pun semakin banyak dan beragam. Dan eiring perkembangan system tabligh dan pendidikan yang dilaksanakan Muhammadiyah, maka perkembangan pengikut Muhammadiyah semakin banyak.

  1. Bapak Pulungan yang tinggal di muka Kantor Pos
  2. Bapak Anwar Katsir yang tinggal di Jl. Niaga
  3. Bapak Yoso Dirono yang tinggal di Jl. Mawar
  4. Bapak Saleh Djambek yang tinggal di Jl. Arjuno
  5. Bapak R. Saleh yang tinggal di Jl. Diponegoro
  6. Bapak Karto Wisastro yang tinggal di Jl. Diponegoro
  7. Bapak Amin yang tinggal di Jl. Melati
  8. Bapak Harjo Sentono yang tinggal di Jl. Wiroguno
  9. Bapak Hasbullah Siddiq yang tinggal di Jl. Slagah
  10. Bapak Sukaemi Rusdi yang tinggal di Jl. Pahlawan
  11. Bapak Hidayatullah yang tinggal di Jl. DR. Wahidin Selatan
  12. Bapak Zaenal Fatah yang tinggal di Grati
  13. Bapak Ismail Wibisono yang tinggal di Jl. Niaga.
             Mereka inilah bersama keluarganya yang sefaham ajaran KH, Ahmad Dahlan pada saat itu. Sebagian besar dari mereka adalah pendatang sebagai pegawai dan guru.
             Kendala pada saat itu adalah waktu pendudukan Jepang di Indonesia, termasuk di Pasuruan.  Orang-orang yang dianggap menghambat usaha-usaha pemerintah Jepang ditanngkap dan disiksa.
             Tokoh Muhammadiyah pada saat itu yang turut menjadi korban jepang adalah Pak Totok. Beliau saat itu menjabat Pimpinan Muhammadiyah Cabang Pasuruan ditangkap Jepang dan disiksa di Pelabuhan Pasuruan sampai meninggal dunia. Dan Pimpinan Muhammadiyah Cabang Pasuruan dibubarkan. Sehingga satu-satunya amal usaha Muhammadiyah, yaitu SD Muhammadiyah yang berlokasi di Jalan Diponegoro dibubarkan pula dan bangku-bangku sekolahnya disembunyikan di Lekok – Kabupaten Pasuruan.
             Dengan sisa-sisa semangat ber-Muhammadiyah, pada tanggal 10 Juni 1942 Ibu Hardjo Sentono merintis berdirinya sekolah lagi dengan nama Madrasah banatul Muslimat di Poncol atau SD/MI Muhammadiyah sekarang. Di bawah asuhan Ibu Hardjo Sentono  dibantu oleh guru-guru yang didatangkan dari madrasah mu’alimat Muhammadiyah Yogyakarta.
Guru-guru tersebut adalah :
  1. Ibu Jundanah asal Yogyakarta   
  2. Ibu Muslichah asal Yogyakarta
  3. Ibu Warsinah asal Jember
  4. Ibu Musrifah asal Yogyakarta 
mereka semua ditampung di rumah Harjo Sentono. Semua biaya hidupnya ditanggung. Mereka merupakan kader-kader persyarikatan. 
             Keadaan   kepengurusan Muhammadiyah pada saat itu masih fakum dan tidak menentu. Karena pengaruh politik dan kependudukan Jepang dahulu sangat mempengaruhi semangat berorganisasi. Walaupun negeri ini sudah merdeka tapi trauma masa lalu masih sangat terasa. Kondisi semacam ini terjadi sampai tahun 1957.
Terjadilah momentum yang sangat bersejarah yaitu pada hari ahad,28 Oktober 1957 di rumah Bpk. Anwar Katsir dengan dihadiri oleh para pemuda terbentuklah Muhammadiyah Cabang Pasuruan sebagai berikut :  
    Ketua                              : Yosodirono
    Wakil Ketua                   : M. Saleh Djambek
    Penulis I                         : Sudibyo Zainal Fatah
    Penulis II                        : Ruslan Suharto
    Bendahara                     : Amin

    Bagian Tabligh             : Anwar Katsir
                                               R. Saleh
    Bagian Pengajaran     : Karnasi
                                              Ahmad Baidowi
                                              Padmo Sudarmo
    Bagian PKU                  : Kartowisastro
                                              Harjendro
    Bagian Pemuda          : M. Ismail Wibisono
                                              Muh. Munir
                                              Ruslan Suharto
   Bagian ‘Aisyiyah           : Ibu Hardjo Sentono
                                              Ibu Suyid
                                              Ibu Sri Maryati
 
            Dengan kepengurusan yang lengkap inilah Muhammadiyah mulai berani mengadakan kegiatan dakwah keluar yang dilaksanakan di halaman rumah Bapak Abdullah Al Gadri (Wisma Cipto/Hotel Pasuruan sekarang) pengajian memperingati isro’ dengan pembicara Bapak Turchan Badri dari Porong.
            Baru satu tahun kepengurusan berjalan, pada tahun 1958 terjadilah perubahan susunan kepengurusan Muhammadiyah Cabang Pasuruan. Perubahan kepengurusan ini dikarenakan keluarnya Bapak Anwar Katsir dari Persyarikatan Muhammadiyah. Hasil Musyawarah Pengurus dan sesepuh Muhammadiyah memutuskan susunan pengurus Muhammadiyah Cabang Pasuruan sebagai berikut :
 
  - Ketua                          : Saleh Djambek
  - Wakil Ketua              : Yoso Dirono
  - Sekretaris                 : Ruslan Suharto
  - Wakil Sekretaris     : Zainal Fatah
  - Bendahara                : Amin
  - Bagian Tabligh         : R. Saleh
  - Bagian PKU               : Karto Wisastro
  - Bagian Usaha           : Hidayatullah
  - Bagian Pemuda       : Ismail Wibisono
  - Bagian Pendidikan  : Padmo Sudarmo

Kemudian secara periodik Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pasuruan  dipimpin oleh :
    1960 – 1965 Ketua Bpk. Hasbullah Shidiq
    1965 – 1970 Ketua Bpk. Maskoer
    1970 – 1975 Ketua Bpk. Maskoer
    1975 – 1980 Ketua Bpk. Imam Ghozali, HR.
    1978 – 1982 Ketua Bpk. Moh. Mirin

Tahun demi tahun persyarikatan Muhammadiyah makin menunjukkan eksistensinya di berbagai pelosok Pasuruan. Agar lebih mudah koordinasinya, maka pada tahun 1987 Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pasuruan Bapak Syaifudin Idris, BA. mengajukan diadakan pemisahan antara Kota dan Kabupaten Pasuruan. Permohonan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pasuruan ini dikabulkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

PERKEMBANGAN MUHAMMADIYAH DARI MASA KE MASA

Periode awal pemisahan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kodya dan Kabupaten Pasuruan diawali dengan Musyawarah Daerah Periode 1985 – 1990 terpilihlah Bapak Djainuri Alief ebagai Ketua Umum PDM Kota Pasuruan. Kemudian diikuti dengan terbentuknya tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah pada Musycab bersama tanggal 27 Desember 1987 di SMA Muhammadiyah 1 Pasuruan yaitu :
  1. Pimpinan Cabang Muhammadiyah Purworejo terpilih sebagai Ketua adalah Bapak Imam Ghozali yang membawahi 7 ranting.
  2. Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gadingrejo terpilih sebagai Ketua adalah Bapak Abd. Rochim yang membawahi 9 Ranting.
  3. Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bugul Kidul terpilih sebagai Ketua adalah Bapak Imam Hidayat, BA. yang membawahi 8 ranting.
Dan terbentuk pula ortom-ortom yang lengkap dengan struktur kepengurusannya. ‘Aisyiyah, Pemuda, NA, IRM, Tapak Suci, ada di tingkat Daerah, Cabang dan Ranting.
              Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan periode awal ini sudah banyak memiliki anggota resmi ber-KTA dan tidak sedikit pula simpatisan yang menyebar di seluruh ranting baik yang sudah resmi terbentuk maupun yang belum resmi. Anggota Muhammadiyah sudah menyentuh ke berbagai lapisan masyarakat : ada petani, pengusaha, pegawai negeri atau swasta, nelayan, guru, seniman, politikus, da’i, buruh dan lain sebagainya.
              Aktifitas dakwah cukup semarak di masyarakat. Kegiatan sosial setiap ada momen penting senantiasa dilaksanakan. Pengajian keliling secara berkala juga digelar, Peringatan hari-hari besar Nasional atau agama diperingati. Berbagai amal usaha sudah ada antara lain : Sekolah, Rumah Bersalin, Mushollah dan Masjid. 
              Amal usaha inilah yang banyak mendukung perkembangan Muhammadiyah di Kota Pasuruan baik dari segi perkembangan anggota, amal usaha maupun perkembangan aktifitas dakwahnya.
Pergantian kepengurusan senantiasa dilaksanakan sesuai dengan kaidah persyarikatan baik di tingkat daerah maupun cabang.
 
Periodisasi PDM Kota Pasuruan
- Periode 1985 s.d. 1990 Ketua Djainuri Alief
- Periode 1990 s.d. 1995 Ketua Aly Chumaidy, BA.
- Periode 1995 s.d. 2000 Ketua H. Djainuri Alief
- Periode 2000 s.d. 2005 Ketua Drs. Ghozali  Arif
- Periode 2005 s.d. 2010 Ketua H. Abdurrahman Ubaid
- Periode 2010 s.d. 2015 Ketua Kholil Asy'ari S.Ag. M.S.I 

Periodisasi PDA Kota Pasuruan
- Periode 1985 s.d. 1990 Ketua Ny. Saleh Djambek
- Periode 1990 s.d. 1995 Ketua Supinah Supandi
- Periode 1995 s.d. 2000 Ketua Hj. Fatimah Masykur
- Periode 2000 s.d. 2005 Ketua Hj. Fatimah Masykur
- Periode 2005 s.d. 2010 Ketua Hj. Fatimah Masykur
- Periode 2010 s.d. 2015 Ketua Hj. Sodiq

Periodisasi PDPM Kota Pasuruan
- Periode Awal Ketua Ruslan Suharto
- Periode 1980 s.d. 1983 Ketua Abdullah Ubaid Malik
- Periode 1983 s.d. 1986 Ketua Drs. Ghozali 
- Periode 1986 s.d. 1990 Ketua Hery Kustanto
- Periode 1990 s.d. 1994 Ketua Drs. Abu Nasir
- Periode 1994 s.d. 1998 Ketua M. Amin,S.Pd. 
- Periode 1998 s.d. 2002 Ketua Drs. Slamet Suharto
- Periode 2002 s.d. 2007 Ketua M. Kholil Asy'ari, S. Ag.
- Periode 2007 s.d. 2011 Ketua Drs. M. Nur Yasin
- Periode 2011 s.d. sekarang Ketua Rahmat Ari Hanggara,  S.Pd.I

Periodisasi PDNA Kota Pasuruan
- Periode 1994 s.d. 1998 Ketua Juwariyah
- Periode 1998 s.d. 2002 Ketua Atika
- Periode 2002 s.d. 2006 Ketua Zulaikha
 
Periodisasi Pimpinan Daerah Ikatan Remaja Muhammadiyah (PDIRM) / Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Pasuruan
- Periode I      (1979 s.d. 1981) Ketua Moch. Akhyar Taman
- Periode II     (1981 s.d. 1983) Ketua Hery Kustanto
- Periode III    (1983 s.d. 1986) Ketua Sofyan
- Periode IV    (1986 s.d.1989) Ketua  Ahmad Halimi
- Periode V    (1989 s.d. 1995) Ketua  M. Nur Yasin
- Periode VI   (1995 s.d. 1998) Ketua  Lutfi Hermansyah
- Periode VII  (1998 s.d. 2000) Ketua  Syahrial Wahyudin
- Periode VIII (2000 s.d. 2003) Ketua  Eko Teguh Budi Santosa
- Periode IX   (2003 s.d. 2005) Ketua  Abd. Rozak
- Periode X    (2005 s.d. 2007) Ketua  Fitri Qodiri
- Periode XI   (2007 s.d. 2009) Ketua  Fitri Qodiri
- Periode XII  (2009 s.d. 2011) Ketua  Muhammad Syukron
- Periode XIII (2011 s.d. sekarang) Ketua Agus Wahyudi 

Periodisasi PD Tapak Suci Kota Pasuruan
- Periode I Ketua Ruslan Suharto
- Periode II Ketua Hasyim
- Periode III Ketua Didik Djatmiko
 
Periodisasi PD HW Kota Pasuruan
- Periode 2000 s.d. 2005 Dr. Syamsul Arifin
 
PERKEMBANGAN AMAL USAHA

Sekolah
1. TK ABA 1
    Berdiri pada tanggal………..
    Lokasi di JL. KH Wachid Hasyim No. 11/12 Pasuruan
 
2. TK ABA 2
    Berdiri pada tanggal……….
    Lokasi di JL. Balaikota no. 5 Pasuruan
 
3. TK ABA 3
    Berdiri pada tanggal………
    Lokasi di JL. Cilosari No. Perum Tembok Indah Pasuruan
 
4. TK Aba 4
    Berdiri pada tanggal……..
    Lokasi di Jl. Imam Bonjol Gg. V No. 236 Pasuruan
 
5. TK ABA 5
    Berdiri pada tanggal……..
    Lokasi di Jl ……………Perum Kraton Indah Pasuruan
 
6. SD/MI Muhammadiyah Pasuruan (Peralihan Banatul Muslimat)
     Piagam Pendirian No. : 1160/I-003/JTm-42/1978 oleh Majelis Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan PP Muhammadiyah
    Berdiri pada tanggal 10 Juni 1942
    Lokasi di Jl. KH Wachid Hasyim No. 11/12 Pasuruan
 
7. SD Al Kautsar
    Berdiri pada tanggal……..
    Lokasi di Jl. Ir. H. Juanda No. 75 Pasuruan
 
8. SMP Muhammadiyah 1 Pasuruan
    Piagam Pendirian No. : 1361/II-01/JTm-1967/1978 oleh Majelis Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan PP Muhammadiyah
    Berdiri pada tanggal 30 Januari 1967
    Lokasi di Jl. A.H. Nasution (Perum Gading Permai) Pasuruan
 
9. SMA Muhammadiyah 1 Pasuruan
    Piagam Pendirian No. 3740/II-05/JTm-II/1980 oleh Majelis Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan PP Muhammadiyah 
    Berdiri pada tanggal 21 Juli 1980
    Lokasi di Jl. Ir. H. Juanda No. 54 Pasuruan
 
10. SMK Muhammadiyah 1 Pasuruan
      Berdiri pada tanggal…….
      Lokasi di Jl. KH. Wakhid Hasyim 202 Pasuruan
 
11. SPG Muhammadiyah (Sekarang menjadi SMK Muh. 2 Pasuruan)
      Piagam pendirian No. : 1360/II-04/JTm-1976/1978 oleh Majelis Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan PP Muhammadiyah
      Berdiri pada tanggal 1 Januari 1976
      Lokasi di Jl. KH Hasyim No. 202 Pasuruan
 
Rumah Bersalin
                Rumah Bersalin Dewi Masitha dikelola oleh ibu-ibu ‘Aisyiyah. Didirikan pada tahun 1969 (Balai Pengobatan) dan tahun 1971 berubah menjadi (Rumah Bersalin). Beralamat di Jl. Cemara No. 75 Pasuruan. Kemudian dipindahkan di Jl. Ir. H. Juanda No. 75 Pasuruan dan berganti status menjadi Rumah Sakit Bersalin yang dikelola oleh Majelis PKS PDM Kota Pasuruan.
 
Ekonomi

               Koperasi Karyawan "Surya" milik Lembaga Pendidikan Muhammadiyah bergerak dalam bidang Simpan Pinjam untuk membantu para guru dan karyawan yang ada di Lembaga Pendidikan Muhammadiyah. Didirikan pada tahun 1986 dengan jumlah anggota 180 orang, dengan asset sejumlah Rp. 54.601.377,00 dan pada tahun 2010 berubah menjadi Koperasi Syariah "SURYA" Muhammadiyah.
                Koperasi Serba Usaha Amanah dikelola oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bugul Kidul memanfaatkan bekas Rumah Bersalin Dewi Masitha di Jl.Cemara No. 5 Pasuruan. Didirikan pada tahun 1998 dengan jumlah anggota 27 orang dengan aset Rp. 39.366.200 Melayani masyarakat umum dan anggota Muhammadiyah.
 
Dakwah
Di bidang dakwah Muhammadiyah Kota Pasuruan mempunyai lima Masjid hasil waqaf untuk dan menjadi harta Muhammadiyah, yaitu :
  1. Masjid Darul Arqom di Jl. KH Wachid Hasyim No. 202 Pasuruan
  2. Masjid Baitul Huda di Jl. Veteran No. 43 Pasuruan
  3. Masjid Al Kautsar di Jl. Ir. Juanda No. 10 Pasuruan
  4. Masjid Al Ikhlas di Jl. Raya Bukir Pasuruan
  5. Masjid At Taqwa di Jl. Kusuma Bangsa – Jagalan Pasuruan
  6. Mushalla Al Furqon di Jl. Imam Bonjol Gg V No. 236 Pasuruan

Masjid  dan Musholla inilah sebagai sarana utama dakwah  persyarikatan dalam bidang pemantapan keislaman dengan kegiatan rutin/umum, Shalat berjamaah, Shalat Jumat, dan kegiatan sosial lain. Sekolah juga dijadikan sarana dakwah dengan memberikan jam pelajaran agama lebih banyak dari pada sekolah umum , mewajibkan siswa shalat berjamaah, TC Darul Arqom / Baitul Arqom, dan peringatan hari-hari besar Islam.

Shalat Id setiap tahun dilaksanakan di empat lokasi, yaitu
(1) di Stadion Untung Suropati,
(2) di halaman Masjid Al Kautsar,
(3) di halaman selep Wironini,  
(4) di Lapangan Wijaya Pasuruan, dan
(5) di GOR Untung Surapati Pasuruan

Zakat Fitrah dan berqurban setiap tahun juga dikumpulkan dari siswa, guru, dan warga masyarakat yang dibagikan kepada seluruh masyarakat miskin di Kota Pasuruan dan langsung dikoordinir oleh LAZISMU Kota Pasuruan.

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website